Yayasan AL-Hidayah Warrohmah | Kp. Dayeuh Jl Narogong Raya Km 23 RT 003 RW 002 Cileungsi – Bogor 16820

Selasa, 12 Maret 2019

/

Pengantar training Case Manager 

Sejarah Pengelolaan atau manajemen layanan pasien (Case Management) bisa ditelusuri ke awal tahun 1900-an. Pada saat itu sudah ada layanan yang menyediakan perawatan pasien dengan mengontrol pembiayaannya. Cara yang dilakukannya dengan mengkoordinasikan layanan-layanan kesehatan yang terdapat di lembaga-lembaga kesehatan public. Perawat-perawat ini berperan sebagai case manager , yang mengkoordinasikan layanan yang dibutuhkan pasien.

Pemerintah AS kemudian meluncurkan program Social Security Act (Undang-Undang Jaminan Social) pada tahun 1932. Lahirnya Undang-undang ini menelurkan berbagai bantuan kemanusian yang berfragmentasi menjadi berbagai macam program,seperti program jaminan sosial ibu. Jenis layanan semakin beragam pada tahun 1960-an, diantaranya program pengobatan, kesejahteraan, kesehatan mental,

Di Indonesia system ini mulai dikenal setidaknya tahun 2012. Saat itu komite akreditasi Rumah sakit (KARS) melalui standard akreditasi Rumah Sakit mendorong perkembangan pelayanan case management dan menggunakan istilah manager Pelayanan Pasien (MPP) untuk case manager yang jadi koordinatornya.

Meskipun sistem care managemen bisa dipahami, tetapi keberadaan case manager masih sulit dimengerti dan karenanya terjadi banyak salah pengertian. Case manager tidak hanya bagaimana mencari solusi bagi penggunaan biaya atau bagaimana memanfaatkan sumber daya pelayanan dengan sebaik baiknya, tetapi juga bagaimana mengupayakan agar nilai dan manfaat layanan dapat dirasakan pasien dan keluarganya.

Pelatihan Case Manager untuk perawat di Rumah Sakit akan mengantarkan perawat yang memiliki syarat dan ketentuan dari rumah sakit menjalankan tugas dapat menyesuaikan kaidan manajemen pelayanan pasien yang diharapkan standar .


Tujuan Training Case Manager

Setelah mengikuti training diharapkan peserta mampu

  1. Meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien melalui pelayanan terintegrasi yang berorientasi quality dan safety.
  2. Memahami dalam penyusunan panduan pelaksanaan kerja “Manager Pelayanan Pasien”.
  3. Memahami koordinasi pelayanan pasien terintegrasi sesuai kebutuhan pasien yaitu asuhan medis, keperawatan, gizi, laboratorium, farmasi, dan penunjang lain yang mendukung kelancaran asuhan pasien secara holistik. 
  4. Memahami dalam peran advokasi pasien mengenai pelayanan yang terstandar.
  5. Mendokumentasikan pelayanan Manager Pelayanan Pasien. 


Materi Training Case Manager

1. Pasien center care

2. Peran dan fungsi case manager/manager pelayanan pasien

3. Uraian tugas dan tatalaksana case manager

4. Formulir case manager

5. Case manager dalam era JKN

6. Case manager dan Akses Rumah Sakit dan kontinuitas Pelayanan



Peserta Yang Direkomendasikan

Pelatihan Case Manager ini dapat diikuti oleh manager, perawat dan semua pihak yang terlibat langsung ataupun tidak dalam pengelolaan program Manajemen Pelayanan Pasien (MPP)



Metode Pelaksanaan

Pelatihan Case Manager ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep secara teori di ruangan, dipaparkan beberapa contoh penerapan, latihan soal, mendiskusikan soal latihan dan konsultasi interaktif membahas beberapa pertanyaan yang selama ini menjadi hambatan dalam pelayanan MPP.



Trainer

ARAH Training Center konsultant dan Team



Waktu Pelaksanaan

2 hari efektif 15 jam (08.30 – 16.00)



Investasi

Rp 4.000.000/ peserta (belum termasuk biaya akomodasi penginapan)



Fasilitas

Sertifikat, modul, Training Kit, Lunch, Coffe Break, diselenggarakan di hotel.



Informasi dan Promo

085814972649 (WA/SMS dan CALL CENTER)



Jadwal Training Tatalaksana TB DOTS Tahun 2019 :


Jakarta, April 2019






Posted by ATC

Read MoreNo comments

Edit

/

PENGANTAR TRAINING TB DOTS

Tuberkulosis (TB) saat ini masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di dunia walaupun upaya penanggulangan TB telah dilaksanakan. Menurut laporan WHO tahun 2015, ditingkat global diperkirakan 9,6 juta kasus TB baru dengan 1,5 juta kematian. Dari kasus TB tersebut ditemukan 1,1 juta (12%) HIV positif dengan kematian 320.000 orang dan 480.000 TB Resistan Obat (TB-RO) dengan kematian 190.000 orang. Dari 9,6 juta kasus TB baru, diperkirakan 1 juta kasus TB Anak (di bawah usia 15 tahun) dan 140.000 kematian/tahun.

Jumlah kasus TB di Indonesia menurut Laporan WHO tahun 2015, diperkirakan ada 1 juta kasus TB baru pertahun (399 per 100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian pertahun (41 per 100.000 penduduk). Jumlah seluruh kasus 324.539 kasus, diantaranya 314.965 adalah kasus baru. Jumlah kasus TB-RO diperkirakan sebanyak 6700 kasus yang berasal dari 1,9% kasus TB- RO dari kasus baru TB dan ada 12% kasus TB-RO dari TB dengan pengobatan ulang.

Pelatihan tatalaksana TB dengan strategi DOTS (Directly Observed Therapi Shortcourse) bagi pengelola program TB di fasilitas pelayanan kesehatan. Pelaksanaan DOTS di fasyankes menjadi salah satu indikator standar pelayanan. Untuk Rumah Sakit menjadi salah satu penilaian dari program nasional menurunkan angka kesakitan Tuberkulosis. Rumah sakit melaksanakan program penanggulangan tuberkulosis beserta monitoring dan evaluasinya melalui kegiatan: promosi kesehatan, surveilans tuberkulosis, pengendalian faktor risiko, penemuan dan penanganan kasus tuberkulosis, pemberian kekebalan dan pemberian obat pencegahan.


Tujuan Training TB DOTS
Setelah mengikuti training diharapkan peserta mampu :

  1. Memahami program pengendalian Tuberkulosis.
  2. Memahami pengobatan pasien Tuberkulosis.
  3. Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian Tuberkulosis.
  4. Memutuskan rantai penularan dan mencegah terjadinya TB RO.
  5. Mampu memonitoring dan evaluasi program TB.


Materi Training Tatalaksana TB DOTS

1. Program Pengendalian TB

2. Penemuan pasien TB di Fasyankes

3. Pengobatan pasien TB

4. Logistik program TB

5. Monitoring evaluasi program TB

6. Komunikasi motivasi program TB

7. Jejaring Program TB

8. Program pengendalian infeksi TB

9. SITT (sistem Informasi TB Terpadu)




Peserta Yang Direkomendasikan

Pelatihan tatalaksana TB DOTS ini dapat diikuti oleh para dokter praktek umum, manager, perawat dan semua pihak yang terlibat langsung ataupun tidak dalam pengelolaan program pelayanan Tuberkulosis



Metode Pelaksanaan

Pelatihan tatalaksana TB DOTS ini menggunakan metode interaktif, dimana peserta dikenalkan kepada konsep secara teori di ruangan, dipaparkan beberapa contoh penerapan, latihan soal, mendiskusikan soal latihan dan konsultasi interaktif membahas beberapa pertanyaan yang selama ini menjadi hambatan dalam pelayanan Tuberkulosis.



Trainer

ARAH Training Center konsultant dan Team



Waktu Pelaksanaan

2 hari efektif 15 jam (08.30 – 16.00)



Investasi

Rp 4.000.000/ peserta (belum termasuk biaya akomodasi penginapan)



Fasilitas

Sertifikat, modul, Training Kit, Lunch, Coffe Break, diselenggarakan di hotel.



Informasi dan Promo

085814972649 (WA/SMS dan CALL CENTER)




Jadwal Training Tatalaksana TB DOTS Tahun 2019 :


Jakarta, April 2019




Posted by ATC

Read MoreNo comments

Edit